Home » » About Airbrush Art

About Airbrush Art

Dalam seni lukis modern, Airbrush dikenal sebagai salah satu Seni Lukis yang relatif belum lama berkembang. Dibandingkan dengan seni lukis konvensional, airbrush bisa dikatakan sangat berbeda, terutama pada peralatan yang digunakan. Seni lukis konvensional menggunakan kuas dalam berbagai ukuran, sedangkan airbrush menggunakan sebuah alat yang biasa disebut sprayer atau di kalangan Airbrusher lebihdikenal dengan sebutan yang lebih singkat yaitu penbrush. Sebutan ini mungkin lebih dianalogikan pada fungsi pena sebagai alat tulis atau menggambar.

Lukisan yang dibedakan pun bisa dibedakan dengan jelas. biasanya lukisan konvensional memiliki tanda-tanda goresan kuas yang sangat jelas, disana-sini terdapat guratan cat dengan ketebalan yang berbeda-beda. Lain halnya dengan lukisan airbrush, pada lukisan ini nyris tidak ditemui bekas guratan kuas sehingga ketebalan cat yang diaplikasikan dalam lukisan tersebut cukup rata.

Secara harfiah, airbrush merupakan kata hasil penggabungan dua buah kata dalam bahasa inggris, yaitu air dan brush. Air berarti Angin atau Udara sedangkan Brush diartikan sebagai kuas. Pada akhirnya airbrush diartikan sebagai sebuah cabang seni lukis yang menggunakan udara sebagai kuas.

Pada saat ini airbrush dilakukan dengan memadukan kerja dari tiga peralatan utama yaitu pompa tangki udara dan penbrush. Pompa menghasilkan udara yang ditampung dalam tangki udara, udara yang ditampung ditangki semakin lama semakin tinggi tekanannya, sehingga keluar dari Penbrush dalam bentuk angin. Dengan bantuan angin dari tangki udara, cat bisa keluar dalam bentuk butiran-butiran yang halus.


Pada awalnya, orang-orang dari suku indian kuno sudah menggunakan sebuah teknik melukis dengan menggunakan tulang-tulang binatang yang dibentuk seperti huruf L. Pewarna dimasukan kedalam mulut, kemudian disemburkan ke media lukisan melalui celah ditengah tulang. Biasanya lukisan-lkisan itu ditemui diberbagai artefak atau situs sejarah terutama didinding-dinding gua. Beberapa prasasti yang ditemukan di Mexico menunjukan aktifitas orang sedang melukis dengan cara airbrush yang masih primitif.
Dalam catatan sejarah seni lukis modern, airbrush baru berkembang pada akhir abad ke-19. Tahun 1879 dikenal sebagai tahun penemuan teknik melukis yang kini dikenal sebagai teknik airbrush. Alat yang digunakan untuk mengaplikasikan cat diatas media lukis disebut paint distributor. Orang yang berjasa menemukan alat ini adalah Abner Peeler, seorang warga Webster City, Iowa. Peeler adalah seorang penemu profesional yang sepanjang hidupnya digunakan untuk melakukan berbagai percobaan. Tak kurang dari 100 buah patent dikantonginnya, termasuk beberapa prinsip dalam dalam pembuatan mesin tik, mesin pemotong dan peralatan airbrush. Satu bulan setelah alat ini diketemukan, peeler berhasil menggunakannya untuk melukis wajahnya sendiri.

Prinsip kerja alat ini sampai sekarang masih dipertahankan dan digunakan sebagai prinsip kerja sebuah pen tipe External mix airbrush. tentu saja selalu dilakukan perbaikan dalam bentuk dan kemudahan penggunaannya. Alat yang semula berukuran cukup besar, sulit diopersikan dan terbuat dari bahan-bahan yang mudah rusak, semakin lama semakin ramping. Mudah diguinakan dan tahan lama.
Peeler bukanlah seorang bisnisman. Ia mengantongi banyak patent yang seharusnya bisa membuatnya kaya raya, jika ia membisniskan. Tapi itu tidak dilakukannya. Ia menjual alat yang dibuatnya seharga $ 10 kepada SM Thomas dan bahkan menjual menjual patentnya dengan harga $ 700 kepada Liberty Walkup dari perusahaan Walkup Brother. Perusahaan inilah yang pertama kali membuat aneka peralatan airbrush dan menjualnya kepada umum.

Aksi peeler tidak berhenti sampai disitu. Ia terus-menerus melakukan perbaikan dan menjualnya dengan harga $ 150 kepada Liberty Walkup untuk dua buah prototype peralatan yang sudah dikembangkan. Bulan Agustus 1882, ketika di Indiana polis dilakukan sebuah konvensi fotografi, paint distributor terjual sebanyak 63 unit. Pada tahun 1883, Liberty Walkup mendirikan sebuah pabrik yang dinamakan " Airbrush Manufacturing Company " di Rockford, Illinois. Saat itu pula kata airbrush diperkenalkan kepada umum.

Sejak saat itu, mulailah liberty walkup melakukan pemasaran besar-besaran. Dibantu oleh Phoebe, istrinya yang juga pelukis. Ia mempromosikan peralatan yang dibuatnya keseluruh Amerika. 1884, Perusahaan Walkup Brother mengadakan pameran di New Orleans, dan memancing ketertarikan banyak orang. Hal ini direspon oleh Walkup dengan mengadakan kursus yang berkaitan dengan airbrush. Bahkan ia sempat mendirikan Illinois Art School pada tahun 1888 sebagai upaya mengakomodasi keinginan orang-orang yang tertarik untuk belajar airbrush.


Salah satu karya di era ini, yang masih  tersimpan rapi dimuseum airbrush di Amerika Serikat adalah sket wajah dari Mark Twain, seorang penulis buku yang terkenal dengan salah satu karya besarnya, Petualangan Tom Sawyer. Sket wajah itu dikerjakan dengan teknik airbrush oleh airbrusher dari Walkup Brother, Will Mc Entee.


Pada awalnya, sebuah unit peralatan airbrush dijual secara lengkap dalam satu paket, yang terdiri dari pen, tangki udara dan pompa. Penggunaan alat ini lebih banyak dilakukan oleh para seniman untuk melakukan pembesaran foto atau perbaikan foto-foto yang rusak karena terendam air atau sebab lainnya.


Sukses Walkup memicu banyak orang unuk meniru langkah suksesnya. Charles L. Burdick, seorang seniman Amerika yang tinggal di Chicago menemukan pen bertipe Internal Mix Airbrush. Setelah menemukan alat ini, pada tahun 1893 ia pindah ke Inggris dan mendirikan Fountain Brush Company. Burdick lah orang yangs sangat berjasa memodifikasi alat ciptaan Peeler menjadi alat yang mudah dipegang sekaligus mudah digunakan. Bentuknya sudah menyerupai sebuah pena. Ia memperkenalkan sekaligus mempatenkan temuannya itu "needle control system" atau sistem kontrol pengeluaran cat dengan menggunakan sebatang jarum. Tangki udara dan pompa pun dibuat terpisah, dan memiliki banyak pilihan. Burdick lah orang yang menyederhanakan bentuk pen, yang sampai kini masih ditiru atau diperbaiki bentuk ergonomisnya.


Sejak saat itu, banyak perusahaan berlomba-lomba mengembangkan peralatan ini. Tidak mengherankan jika pada saat ini terdapat begitu banyak merk peralatan airbrush, seperti Badger buatan inggris, Paasche buatan Norwegia, Thayer and Chandler dan Iwata dari AS, atau bahkan buatan China atau Taiwan, yang sama sekali tidak memiliki tradisi sejarah airbrush. Terlebih lagi ketika tenaga listrik ditemukan oleh Thomas Alfa Edison.  Pompa yang semula degerakan oleh kaki untuk menghasilkan angin, secara radikal diubah menjadi pompa bertenaga listrik. Hasil lukisanpun menjadi lebih halus karena tekanan angin yang dihasilkan dan keluar melalui pen bisa diatur kecepatannya secara konstan.


Di Indonesia, airbrush diperkenalkan  oleh para seniman pendatang dari Belanda. Bersamaan dengan datangnya mereka ke negeri jajahan. Hanya yang patut disayangkan, tidak ada catatan sejarah yang akurat. Bahkan perkembangan airbrush cenderung jalan ditempat. Para seniman airbrush yang sudah sangat mahir sangat menjaga kerahasiaan ilmu dan keterampilannya, dengan berbagai alasan, misalnya agar tekniknya tidak ditiru orang. Tidak heran jika seniman airbrush meninggal, ia pun membawa ilmunya serta ke alam baka sebelum sempat mewariskannya kepada orang lain.
Share this article :

Posting Komentar